View the original article here
Sunday, April 21, 2013
Wakil Bupati Cianjur, Memperingati Hari Bhakti Rimbawan ke-30 tahun 2013
Wakil Bupati Cianjur Menghadiri HUT Klub Jantung Sehat (KJS) Cianjur ke 29
View the original article here
Wakil Bupati Cianjur Hadiri Kegiatan KKN STAINU Di Desa Cipendawa
View the original article here
Wakil Bupati Cianjur Lakukan Monitoring UN ke Beberapa Sekolah
View the original article here
Wakil Bupati Cianjur Lantik Anggota Badan Permusyawaratan Desa Kecamatan Pacet
View the original article here
Wakil Bupati Cianjur, Kerukunan Umat Beragama Sebagai Benteng Kekuatan Bangsa
View the original article here
Wakil Bupati Cianjur Membuka Rapat Koordinasi KPA Cianjur
View the original article here
Wakil Bupati Cianjur Lakukan Monitoring UN ke Beberapa Sekolah di Kab. Cianjur
Untuk wilayah Cianjur, Wakil Bupati Cianjur menyatakan bahwa penditribusian soal-soal UN berjalan lancar tidak hambatan sesuatu apapun, dan ini diharapkan berlanjut normal pada tahap UN untuk SD/MI, SMP/MTS di wilayah Kabupaten Cianjur. Ini sudah menjadi tanggungjawab pemerintah untuk selalu memberikan yang terbaik bagi dunia pendidikan.
Sebanyak 8084 siswa SMK serta 4924 siswa SMU/sederajat di Kabupaten Cianjur serentak mengikuti Ujian Nasional Tahun 2013, sementara itu untuk jumlah peserta UN di SMU Negeri 1 Cianjur berjumlah 319 terdiri dari 196 jurusan IPA, 113 jurusan IPS serta 10 dijurusan bahasa. jumlah peserta UN di SMK Negeri Cianjur diikuti oleh 264 siswa diantaranya dari jurusan Teknik Mesin, Otomotif, Listrik dan jurusan Gambar Bangunan serta ditambah 13 siswa dari SMK Bina Utama yang mengikuti UN di sekolah tersebut. ((d_nie/ras)
View the original article here
Wakil Bupati Cianjur, Kerukunan Umat Beragama Sebagai Benteng Kekuatan Bangsa
Selanjutnya Wakil Bupati Cianjur yang juga selaku Ketua Dewan Pembina FKUB Cianjur memberikan gambaran bahwa mekanisme program kerja dari FKUB di tahun 2013 ini dapat terlaksana dengan lancar apabila situasi serta kondisi tingkat kerukunan yang sudah terjalin sangat baik dapat berjalan lebih baik lagi. juga pola kerja FKUB selalu dapat dilaksanakan dengan selalu berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait yang berhubungan langsung dengan FKUB Cianjur.
Dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri, FKUB Cianjur dapat menerapkan program yang sesuai agar terciptanya kerukunan antar umat beragama, dinamika di Kabupaten Cianjur cukup baik. Untuk itu Wakil Bupati berharap dengan adanya rakor FKUB bisa mempersatukan seluruh umat beragama di kabupaten Cianjur dengan satu konsepsi bahwa dinamika perbedaan beragama itu menjadi kekuatan untuk kearah yang lebih baik dalam menata ke depan dan dalam beberapa hal perbedaan tidak menjadikan perpecahan diantara umat beragama.
Wakil Bupati juga berharap bahwa Program kerja FKUB Cianjur selama satu tahun kedepan dapat memberikan hasil nyata dalam meningkatkan kerukunan umat beragama di kabupaten cianjur supaya berjalan kondusif serta memberikan andil yang terbaik bagi kerukunan umat beragama khususnya di wilayah yang memang rentan akan terjadi hal-hal yang mengakibatkan retaknya suatu hubungan umat beragama yang satu dengan umat beragama lainnya.
Pada kesempatan tersebut Ketua Pengurus FKUB Cianjur Drs. H. Muchrodin mengatakan, dalam rapat tersebut dilakukan berbagai macam evaluasi program FKUB dari tahun sebelumnya, pasalnya banyak hal dilakukan untuk menanggulangi bebagai perbedaan persepsi dari semua unsur kepatutan, karena bagaimanapun juga FKUB merupakan forum tinggi dalam mempersatukan umat beragama khususnya di kab Cianjur. (d_nie/agus aq,yn)
View the original article here
Wakil Bupati Cianjur Menghadiri HUT Klub Jantung Sehat (KJS) Cianjur ke 29
Dalam sambutannya Wakil Bupati Cianjur menyampaikan, ?Saya selaku pihak dari pemerintah Kabupaten Cianjur juga sebagai dewan pembina Klub Jantung Sehat Cianjr bangga kepada seluruh pengurus dan anggota yang sudah memberikan kontribusi terbaik bagi Cianjur terutama di bidang kesehatan untuk terus mengampanyekan semangat olahraga di seluruh lapisan masyarakat juga kegiatan tersebut dapat memasyarakatkan olah raga, sehingga masyarakat khususnya di kab. Cianjur gemar berolah raga sehingga bisa terhindar dari penyakit?. Kegiatan komunitas KJS Cianjur patut ditiru oleh semua pihak, yakni dengan kemandirian yang bisa diupayakan bersama bisa mewujudkan keberhasilan acara dengan baik, terutama kepada para pendiri KJS salah satunya Dr. H. Toki Syamsuddin yang telah membangun kesadaran olahraga ini sejak 29 tahun lalu dalam membantu pemerintah untuk membuat warga Cianjur lebih sehat.
Pada kesempatan tersebut Ketua BPKJ Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Toki Syamsuddin mengungkapkan rasa bangga terhadap Ketua BPKJ Cianjur, pengurus, dan anggota KJS yang semakin aktif dalam mengemban visi dan misi KJS dengan baik hingga di usia ke-29 ini. Terutama masih bisa berkumpul dan bertatap muka dengan seluruh anggota yang semakin bertambah di seluruh wilayah di Cianjur. Hal ini sesuai dengan cita-cita para pendiri KJS Cianjur yaitu Arifin Basuki, Abas, Uum Somantri, dan Assikin.
Di Cianjur ini tercatat ada sekitar 600 lebih klub jantung sehat dan ditargetkan akan terus bertambah, yang juga menjadi program nasional BPKJ provinsi di 2013. Di antaranya: Pertama, menggalakkan program waspada wanita terhadap penyakit jantung yang berdasarkan data menempati jumlah lebih besar dibandingkan laki-laki. Kedua, mengampanyekan adanya Klub Jantung Remaja (KJR) agar para ibu-ibu memiliki keturunan yang sehat. Ketiga, pengembangan klub jantung sehat termasuk pembinaan para pelatih. Keempat, meningkatkan penggalangan dana yang bekerja sama dengan sejumlah perusahaan supermarket dan waralaba yang nantinya dana tersebut digunakan untuk membantu para penderita jantung yang kurang mampu agar bisa dioperasi secara gratis.
Sementara itu, Ketua BPKJ Kabupaten Cianjur, dr. Hj. Mien Suranto mengungkapkan usia KJS yang ke-29 ini menjadi momen pematangan untuk mengimplementasikan program KJS lebih baik. Yakni memaksimalkan target pengembangan KJS di seluruh wilayah Cianjur termasuk di wilayah selatan. Sasaran lainnya mendirikan KJR di sekolah-sekolah dan terus melaksanakan kegiatan sosial serta membantu warga kurang mampu yang semua dananya berasal dari iuran pedagang dan anggota.
Hingga saat ini tercatat ada sekitar 200 lebih klub yang ada di seluruh wilayah Cianjur dan ini ditargetkan akan terus bertambah, sehingga berbagai program akan terus dijalankan termasuk harapan kami bisa memiliki basecamp sendiri dan bisa menjadi partner pemerintah dalam menggalakan kesehatan di semua lapisan masyarakat. (d_nie/agus aq,/ras)
View the original article here
Wakil Bupati Cianjur Membuka Rapat Koordinasi KPA Cianjur
Wakil Bupati Cianjur yang juga sebagai ketua KPA Cianjur, mengingatkan kepada para konselor KPA Cianjur yang hadir, bahwa hasil dari rapat koordinasi dapat menghasilkan peningkatan kinerja dan perjuangan para konselor agar dapat meyakinkan bahwa pasien yang melakukan pemeriksaan pun tidak perlu khawatir, malu, ataupun takut, karena kerahasiaan pasien sangat dijamin. Petugas klinik IMS disetiap puskesmas ini terdiri dari Dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya yang ramah dan pastinya tidak akan mendiskriminasi.
Sementara itu anggota panitta dari Dinas Kesehatan Cianjur, Ibu Cicih menuturkan rapat koordinasi saat ini berdasarkan penelusuran KPA Cianjur yang pada dasarnya bahwa Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang cukup menonjol pada sebagian besar wilayah dunia khususnya di Kabupaten Cianjur. Keberadaan virus Human Immunodeficiency (HIV) makin memperparah penyebaran IMS. Pada perkembangan lainnya, peningkatan resistensi antimikroba terhadap beberapa kuman penyebab IMS telah menyebabkan beberapa rejimen pengobatan menjadi tidak efektif, sehingga angka kejadian penyakitpun cenderung meningkat kembali.
Seperti dilancir dari KPA Pusat bahwa perkembangan epidemi yang meningkat di awal tahun 2000-an telah ditanggapi dengan keluarnya Peraturan Presiden nomer 75 tahun 2006 yang mengamanatkan perlunya intensifikasi penanggulangan AIDS di Indonesia. Indonesia adalah salah satu negara di Asia dengan epidemi yang berkembang paling cepat (UNAIDS, 2008). Kementerian Kesehatan memperkirakan, Indonesia pada tahun 2014 akan mempunyai hampir tiga kali jumlah orang yang hidup dengan HIV dan AIDS dibandingkan pada tahun 2008 (dari 277.700 orang menjadi 813.720 orang). Ini dapat terjadi bila tidak ada upaya penanggulangan HIV dan AIDS yang bermakna dalam kurun waktu tersebut. (d_nie/agus aq,ras)
View the original article here
Wakil Bupati Cianjur Lantik Anggota Badan Permusyawaratan Desa Kecamatan Pacet
Wakil Bupati Cianjur dr. H. Suranto, MM., dalam sambutannya menyampaikan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) merupakan lembaga perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, seperti dalam pembuatan dan pelaksanaan peraturan serta penuh harapan akan adanya peningkatan ekonomi sosial desa dapat terwujud, untuk itu dibentuk Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan Desa guna memupuk koordinasi yang baik antara Kepala Desa dan BPD.
Wakil Bupati Cianjur berharap bahwa Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam mengemban tugas konsultatif dengan kepala desa untuk merumuskan dan menetapkan kebijakan dalam melaksanakan pemerintahan dan pembangunan desa, selain itu BPD juga berkewajiban untuk membantu memperlancar pelaksanaan tugas kepala desa yang tentunya dibutuhkan kualitas anggota-anggota BPD yang handal dalam berperan sesuai dengan fungsi, kedudukan, dan tanggung jawabnya.
Sementara itu Camat Pacet, Kodrat Nugrahana berharap dengan adanya anggota BPD yang baru dilantik dapat memaksimalkan segala kinerja yang selama telah terjalin dengan baik serta untuk BPD wilayah Desa Cibodas akan dipastikan untuk segera keluar surat keputusan dari pemerintah Kabupaten Cianjur. (d_nie/agus aq,/ras)
View the original article here
Wakil Bupati Cianjur Hadiri Kegiatan KKN STAINU Pacet
Dengan tema Membumikan Masyarakat Magrib Mengaji (Gema Maghrib), kita sudah memberikan himbauan kepada umat Islam dimanapun, bahwa era globalisasi kehidupan semakin maju dan mungkin lambat laun akan mempengaruhi terhadap moral anak ? anak generasi muda bangsa. Selanjutnya Wakil Bupati Cianjur mengingatkan bahwa dengan KKN ini, mahasiswa diharapkan dapat mengaktualisasikan disiplin ilmu yang telah diperoleh secara teoritis, dapat direalisasikan dengan bentuk pengabdian langsung kepada masyarakat, di samping penelitian yang dilakukan sebagai usaha pengembangan ilmu yang didapat sebelumnya. Selain itu, KKN juga memiliki keterampilan dalam mengatasi dan mengeliminir masalah-masalah yang terjadi di tengah masyarakat sebagai media untuk belajar membangun hubungan yang integral dalam komunitas masyarakat, sebagai obyek utama yang akan dihadapi kelak setelah menyelesaikan studi.
Masdun salah seorang peserta KKN yang mendampingi Wakil Bupati Cianjur saat meninjau kegiatan kampusnya melaporkan, bahwa STAINU sedang menyelenggarakan kegiatan bagi siswa-siswi tingkat sekolah dasar sampai tingkat sekolah menengah pertama se-kecematan pacet yang bertujuan memantapkan teori-teori para mahasiswa yang sedang mengikuti KKN. Salah satunya dengan mengadakan kegiatan seperti lomba kasidah tingkat SD dan SMP, lomba baca Al-Qur?an, cerdas cermat dan lainya sebagainya yang berhubungan dengan bidang keagamaan sebagai upaya dalam meninmgkatkan kecerdasan para siswa-siswi sebagai generasi penerus Islam dimasa depan. (d_nie/agus aq,yn)
View the original article here